Viral Marketing adalah

Halo pembaca! Apa kabar? Kali ini kita akan membahas tentang viral marketing. Sebelum kita masuk ke dalam pembahasan tentang apa itu viral marketing, sebaiknya kita memulai dengan pengertian dasar dari marketing itu sendiri.

Marketing adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan atau individu untuk mempromosikan produk, jasa, atau brand mereka agar lebih dikenal oleh masyarakat. Marketing memiliki tujuan untuk meningkatkan penjualan, meraih pelanggan baru, serta mempertahankan pelanggan yang sudah ada.

Sedangkan, viral marketing adalah salah satu strategi pemasaran yang sedang trend di era digital ini. Viral marketing mengandalkan penggunaan media sosial sebagai alat untuk menyebarluaskan iklan dan informasi dengan cara yang cepat dan massif.

Cara Kerja Viral Marketing

Viral marketing bekerja dengan memanfaatkan daya jangkit dari suatu konten atau informasi. Konten yang menarik dan lucu, bakal mudah menyebar dengan sendirinya di media sosial. Tak jarang, konten bernilai sangat murah atau bahkan gratis tersebut di-share ulang oleh para pengguna media sosial tanpa harus diminta atau dibayar.

Contoh kecilnya bisa kita lihat dari berbagai video lucu yangberedar di media sosial, atau bahkan foto-foto kucing yang menggemaskan. Itulah contoh mengenai bisa dijadikan viral marketing. Jika suatu perusahaan mampu membuat konten yang menarik seperti itu, maka produk dan brand mereka bakal dengan mudah tersebar ke banyak pengguna media sosial.

Kelebihan Viral Marketing

Viral marketing memiliki beberapa kelebihan dibanding strategi pemasaran yang lainnya. Pertama, viral marketing bisa menjadi sangat efektif dengan biaya yang relatif kecil. Sebagai contoh, perusahaan hanya perlu menggunakan media sosial dan konten yang menarik dan mereka sudah mampu memperoleh exposure yang besar.

Kedua, viral marketing juga bisa memperoleh respon positif dari para konsumen. Hal ini karena konten yang menarik dan lucu hasil dari viral marketing bakal jauh lebih disukai ketimbang iklan yang memaksakan. Tak jarang, iklan yang terlalu sering atau terlalu memaksakan justru membuat para konsumen menjadi bosan.

Ketiga, viral marketing juga bisa berjalan secara otomatis. Setelah konten viral dibuat, konten tersebut bisa tersebar layaknya virus tanpa harus membutuhkan biaya lagi. Ini lah yang membuat viral marketing bisa menjadi strategi pemasaran yang amat efektif dan hemat.

Kekurangan Viral Marketing

Meskipun viral marketing memiliki kelebihan yang cukup banyak, namun strategi pemasaran ini juga memiliki kekurangan yang perlu diperhatikan. Pertama, bukan semua konten bisa dijadikan viral marketing. Konten yang tidak menarik atau bahkan kontroversial akan sulit tersebar dan bahkan bisa memperoleh reaksi negatif dari konsumen.

Kedua, viral marketing juga bisa menjadi dua mata pisau. Saat suatu konten viral semakin populer, ada juga kemungkinan tumbuhnya backlash atau respon negatif dari konsumen. Hal ini bisa merusak reputasi perusahaan dan brand mereka.

Ketiga, viral marketing juga kurang bisa diukur dalam hal ROI (return on investment). Karena viral marketing didasari oleh penggunaan media sosial dan konten yang dibuat bisa tersebar dengan sangat cepat, sulit untuk menentukan apakah investasi yang dilakukan sudah menghasilkan keuntungan ataukah tidak.

Contoh Viral Marketing

Setiap tahunnya, kita selalu bisa menemukan beberapa contoh kampanye viral marketing yang menarik. Salah satu contoh viral marketing yang sukses adalah kampanye “Share a Coke” dari Coca-Cola. Dalam kampanye ini, Coca-Cola mencetak nama-nama orang ke dalam setiap kaleng dan botol minuman mereka.

Hal ini membuat konsumen yang ingin membeli minuman Coca-Cola jadi tertarik untuk mencari botol dengan nama mereka sendiri atau orang tersayang. Tentu saja, hal ini menjadi sangat populer di media sosial dan memperoleh exposure yang besar.

Contoh lainnya adalah kampanye “Dumb Ways to Die” dari Metro Trains Melbourne. Kampanye ini berupa lagu dan animasi mengenai perilaku yang berbahaya di stasiun kereta api. Lagu dan animasi yang sangat lucu ini langsung menjadi viral di media sosial dan menjadi salah satu kampanye pemasaran transportasi umum paling sukses di dunia.

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, viral marketing bisa menjadi strategi pemasaran yang sangat efektif apabila dijalankan dengan baik. Viral marketing bisa menjadi pilihan yang hemat dan memberikan respon positif dari konsumen. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua konten bisa dijadikan viral marketing dan viral marketing juga memiliki resiko backlash yang perlu diperhatikan.

Jangan lupa, agar strategi viral marketing sukses, kita perlu memperhatikan kualitas konten yang dihasilkan dan memastikan bahwa konten tersebut memang menarik bagi konsumen. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca dan sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya.