Cara Upload Laravel ke Hosting

Cara Upload Laravel ke Hosting

Salam hormat untuk Sobat Teknologi! Hai, pada kesempatan kali ini saya akan memberikan panduan tentang cara mengupload Laravel ke hosting. Laravel merupakan salah satu framework PHP terpopuler yang digunakan untuk membangun website, aplikasi, dan sistem manajemen konten. Dengan Laravel, kita bisa membangun website atau aplikasi dengan sangat efisien karena sudah menyediakan beberapa fitur penting untuk kebutuhan pengembangan web. Untuk itu, kami akan memberikan panduan tentang cara mengupload Laravel ke hosting dengan mudah. Yuk, simak artikel ini sampai selesai!

Step 1: Persiapan

Sebelum memulai, pastikan kita sudah menyiapkan beberapa hal sebagai berikut:

1. Hosting dan domain yang sudah terdaftar.

2. FTP Client seperti FileZilla atau Cyberduck.

3. Laravel Project yang sudah siap diupload.

4. Akses ke cPanel hosting.

Pastikan kita juga sudah memiliki akses ke cPanel hosting, karena kita akan melakukan beberapa hal di sana.

Step 2: Upload Laravel Project ke Hosting

Pada langkah ini, kita akan mengupload Laravel Project ke hosting dengan menggunakan FTP Client. Pertama, buka FTP Client yang sudah terpasang di komputer kita. Selanjutnya, lakukan login ke server hosting dengan menggunakan username dan password yang sudah diberikan oleh provider hosting. Setelah itu, buka directory “public_html” atau “www” di server hosting, lalu buka directory “laravel” pada komputer kita.Setelah itu, kita bisa memindahkan semua file pada directory “laravel” di komputer kita ke directory “public_html” atau “www” di server hosting. Pastikan kita memindahkan semua file dan folder Laravel Project dengan benar, termasuk file-file seperti “.htaccess”, “index.php”, dan folder “vendor”.

Step 3: Konfigurasi Database

Setelah berhasil mengupload Laravel Project ke hosting, sekarang kita perlu mengkonfigurasi database agar website atau aplikasi yang kita bangun bisa berjalan dengan benar. Pertama, buka cPanel hosting, lalu cari menu “Databases” dan klik pada “MySQL Databases”.Pada halaman MySQL Databases, buat database baru dengan nama yang diinginkan. Setelah itu, buat user baru untuk database tersebut dengan mengisi username dan password. Setelah berhasil membuat user baru, kita perlu memberikan akses untuk user tersebut pada database yang sudah dibuat sebelumnya.Pastikan kita juga mengingat dengan benar nama database, username, password, dan server database. Kita akan membutuhkan informasi ini pada file “.env” pada Laravel Project.

Step 4: Konfigurasi Environment

Setelah konfigurasi database selesai, selanjutnya kita perlu mengkonfigurasi environment pada Laravel Project. Pertama, buka directory Laravel Project yang sudah diupload ke server hosting. Selanjutnya, buka file “.env” menggunakan text editor.Pada file “.env”, kita perlu mengisi informasi database yang sudah dibuat pada langkah sebelumnya sesuai dengan konfigurasi database hosting. Selain itu, kita juga bisa mengatur beberapa pengaturan penting lainnya pada file ini, seperti APP_URL, APP_KEY, MAIL_DRIVER, dan lain-lain.Pastikan kita menyimpan file “.env” dengan benar setelah melakukan konfigurasi.

Step 5: Menjalankan Laravel Project

Setelah melakukan konfigurasi, selanjutnya kita perlu menjalankan Laravel Project pada server hosting. Pertama, buka terminal atau SSH client seperti PuTTY. Selanjutnya, lakukan login ke server hosting dengan menggunakan username dan password yang sudah diberikan.Setelah berhasil login, masuk ke directory Laravel Project menggunakan perintah “cd [directory]” dan jalankan perintah “php artisan serve”. Perintah ini akan menjalankan server Laravel pada port 8000.Setelah server Laravel berhasil dijalankan, kita bisa membuka website atau aplikasi yang sudah dibangun dari browser. Pastikan website atau aplikasi bisa berjalan dengan benar dan terhubung ke database yang sudah dikonfigurasi sebelumnya.

Kesimpulan

Upload Laravel ke hosting bisa menjadi hal yang mudah jika kita tahu cara melakukannya dengan benar. Dalam panduan ini, kita sudah membahas langkah-langkah yang perlu kita lakukan dari persiapan hingga menjalankan Laravel Project pada server hosting. Jadi, kita bisa membangun website atau aplikasi dengan menggunakan Laravel dengan lebih mudah dan efisien.

FAQs

Q: Apa yang harus dilakukan jika website atau aplikasi tidak berjalan dengan benar setelah diupload ke hosting?

A: Pastikan kita sudah melakukan konfigurasi database dengan benar dan sudah mengatur environment pada file “.env”. Selain itu, pastikan juga kita sudah memindahkan semua file dan folder Laravel Project dengan benar.

Q: Apa yang harus dilakukan jika tidak bisa login ke server hosting?

A: Pastikan kita sudah menggunakan username dan password yang benar. Jika masih tidak bisa login, hubungi provider hosting untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Q: Apa yang harus dilakukan jika website atau aplikasi tidak bisa terhubung ke database?

A: Pastikan kita sudah mengisi informasi database dengan benar pada file “.env”. Selain itu, pastikan juga kita sudah memberikan akses user pada database yang sudah dibuat.

Tabel

Langkah Deskripsi
Step 1 Menyiapkan hosting, FTP Client, Laravel Project, dan akses ke cPanel hosting.
Step 2 Mengupload Laravel Project ke hosting dengan menggunakan FTP Client.
Step 3 Mengkonfigurasi database pada cPanel hosting.
Step 4 Mengkonfigurasi environment pada file “.env”.
Step 5 Menjalankan Laravel Project pada server hosting.

Sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya! Semoga panduan ini bisa membantu Sobat Teknologi dalam mengupload Laravel ke hosting. Terima kasih telah membaca!